Don’t Judge a Book by Its Cover (2)

Kemarin sepulang berkegiatan di Masjid Salman ITB, saya dan suami memutuskan untuk langsung pulang karena melihat langit mulai mendung. Ternyata sang kakanda sedang ingin makan baso…mencari lah kita jadinya, tapi saya wanti-wanti beli yang tukang dagang berbeda supaya tau mana yang enak.

ya ya ya…akhirnya nemu lah kita tukang baso yang bernama “Baso Petir”

Pesanan jatuh pada mie yamin, kesukaan dia. Saya tidak ikut beli karena baru saja makan bersama teman-teman di Salman.

Sambil menunggu, kami mengomentari “judul” dari baso tsb. -ini dia yang mulai sih-

:-p

“Ini baso petir atau baso api sih?”, begitulah kira-kira pertanyaannya. Mungkin karena background dari nama baso itu ada gambar api menyala-nyala.

hahaha

Hmm…saya tiba-tiba berceloteh kalau baso ini terlihat enak, ngga tau kenapa, feeling aja :D

Dan ternyata dia setuju, alasan dia sih karena mie nya mie yang biasa ada di mie ayam, bukan mie rebus yang keriting-keriting.

Yah, lumayan lama lah kita menunggu karena ada pembeli lain yang datang lebih cepat dibanding kita. Lalu mas-mas tukang baso nya tanya, “baso nya mau yang pedes atau yang biasa?”

woooow…mulai curiga! Tapi ya namanya baso petir, masa beli yang biasa??? Dengan ragu-ragu suami saya bilang “yang pedes”

ihihihihihihihi *ketawa nenek sihir*

Singkat cerita, baso yang tadi kami beli sudah ada di depan mata kami. Melihat bentuk baso nya yang tidak bulat (lonjong…aneh banget lah :-p ) seperti baso biasanya, saya agak ilfeel.

>,<

Dilanjut makan lah suami saya…potongan pertama sudah mengejutkan kami! aaaaa

isi dari baso itu adalah daging cincang, ati ayam daaaaaan cengek (cabe rawit) yang merah-merah dalam jumlah banyak plus biji-biji nya yang keluar!!! Bayangkan sodara!

muka suami saya mulai memerah dengan air mata keluar tiada henti…ckckck, iyalah pastinya! buat saya yang suka pedes aja itu tuh dahsyat sekali! apalagi buat dia yang notabene kurang suka?!

akakaka

Akhirnya baso itu ia bagi 2 karena ia sudah tidak kuat makannya…xixixi

———

Diakhir cerita, saya berceloteh, “si emang baso jahat…basonya pedes pisaaaaaan!”

Dia ngakak ketawa-ketawa :) )

Yah, inilah cerita kami disaat lapar mendera. Mau so’ jago pesen yang pedes, kena batu kemudian…hehehe

Walhasil, hari ini kami diare bareng-bareng!

:-p

Jadi inget kejadian makan sambel di Karimun Jawa kemarin, persis seperti ini efeknya…

hahaha

Pesan saya, jangan coba-coba sesuatu yang efeknya sudah anda tebak sebelumnya :D

*sekian*

Sayang ngga ada foto baso jahat itu

4 Komentar (+add yours?)

  1. Akhmad Muhaimin Azzet
    Des 12, 2011 @ 08:34:16

    Hehehe…. pedez banget ya….
    wah, benar sekali tu pesennya
    “Jangan coba-coba sesuatu yang efeknya sudah anda tebak sebelumnya”

    Balas

  2. hana
    Des 24, 2011 @ 00:11:36

    waa baru baca! baso petir dimana emang teh? patut dicoba :P
    ehiya kalo basa mah ya, yg paling puooollll wuenak tenan di dkt BEC, di pengkolan depan kantor XL, apa ya namanya.. lupa.. pokoknya yg dkt angkot oren ngetem.. cobain es jeruknya jg teh d^^b

    Balas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 208 pengikut lainnya.