Kope-an

Hari itu saya sedang di kelas, dalam posisi dag-dig-dug dengan kertas ujian di tangan. Ya…hari itu saya ada kuis sebelum UAS. Kuis kali ini tidak biasa karena saya tidak mengetahui sebelumnyanya, sobat!
*pasti tau lah rasanya ujian tanpa persiapan…
>,<

Oke, kali ini soal kuis ditampilkan di slide. Saya baru akan melihat soalnya satu-persatu dulu (supaya tidak syok karena tidak bisa menjawab). Soal no.1 alhamdulillah bisa saya kerjakan. Lalu saya lanjut baca soal no.2, aaaah…ini tidak bisa! No.3, 4, 5 juga sama
:-S

Keringat dingin mulai merajai…ingin rasanya segera keluar dari ruangan kelas itu secepatnya.

Saya lihat teman sebelah saya (ngga kenal siapa namanya…hehehe), sepertinya memiliki masalah yang sama. hihihi
Tapi berbeda dengan 2 teman saya yang duduk di depan saya. Keduanya asyik mengerjakan soal. Dalam hati, pasti mereka belajar ini bisa PD gitu ngerjain. Tapi saya mulai terusik ketika mereka mulai bekerja sama…dan yang membuat saya kaget adalah salah satu dari mereka bawa kopean (Baca: copyan)!
*ooooh…no!

Sebenernya saya sih sudah sering tidak peduli dengan yang gitu-gitu. Tapi mungkin karena kali ini saya tidak belajar, jadinya greget aja, “koq enak banget ya…disini ngga belajar tapi tetep aja ngga bisa jawab. Disana asyik banget ‘menekuni’ itu.”

Dosen berkata, “30 menit lagi waktunya”. Saya coba jawab sebisanya, mengingat-ingat pembahasan di kuliah sebelum-sebelumnya (yah…walaupun tidak cukup membantu). Ingin rasanya nyanyi lagu Crisye, “Resah dan gelisah, menunggu disini…”
:) )
Eh, ternyata teman saya yang di depan itu tiba-tiba melihat kebelakang dengan bertanya, “udah tan?”
Saya jawab, “Belum, kan baru dikasih tau kamu kuis ini baru tadi siang. Huhuhu”
Lalu dia agak menaikkan lembar jawabannya ke arah saya (ngga keliatan sih). Tapi aduh! saya langsung menunduk. Entah kenapa saya tidak kuasa untuk melihatnya…

Saya teringat ucapan guru ngaji saya waktu SD, “Berbohong itu dosa. Dan menyontek juga termasuk berbohong. Kita bohong bisa menjawab jawaban padahal itu bukan dari fikiran kita sendiri…dll”

Yah, akhirnya saya pasrah saja karena saya tau saat itu saya lah tidak belajar.  Tawakal saja, karena sudah berusaha sedikit-sedikit menjawab kan…
Walaupun nilai jelek (sepertinya ini pasti), tapi Allah ridho.

6 Komentar (+add yours?)

  1. yulijannaini
    Des 21, 2011 @ 19:10:34

    gw suka gaya lo met… semoga ntar kalo dejan udah lahir dy punya sifat ini…..

    Balas

  2. ahsanfile
    Des 23, 2011 @ 07:24:15

    Jiaaahhh… aku koq ikut gregeten yak ?

    Balas

  3. riyan"nz
    Feb 04, 2012 @ 08:39:38

    hmmptt sma att

    Balas

  4. dilz hard1
    Feb 04, 2012 @ 08:41:51

    ji’eeeeeeeee

    ea aminz moga sukses dah

    Balas

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 208 pengikut lainnya.